Begitulah kata bijak yang pernah kita dengar. Hidup, tak semudah
apa yang kita bayangkan. Sejatinya, kita hidup untuk menjadi orang bermanfaat
untuk orang-orang sekitar kita. Namun, kadangkala realita kehidupan takkan pernah
berubah begitu saja. Hidup bukan hanya saja menjalani kehidupan ini seperti air
mengalir, mengikuti saja kemana arah angin yang akan membawamu pergi.
Hidup
adalah pilihan. Pilihan, bagaimanakah kau akan menjalani hidupmu? Mempunyai
hidup yang berarti, biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang (lahir-sekolah-kerja-menikah-lalu
meninggal), ataupun tak mempunyai arti sama sekali. Hidup, jangan kau remehkan
kawan. Jangan kau isi dengan kegiatan sia-sia, kegiatan yang tak berguna, tapi
isilah dengan kegiatan bermanfaat… Hidup kini yang akan menentukan akhir
hidupmu di masa tua nanti. Catatan kehidupan yang berarti di masa muda akan
meninggalkan kesan di waktu tua, menorehkan segala prestasi, dan akan
memberikan arti bagi kehidupan orang banyak dan mungkin juga tonggak dimana
generasi-generasi muda akan melanjutkan perjuanganmu.. Hidup mu juga akan
menjadi pertanggungjawabanmu di akhirat nanti, apakah telah kau gunakan hidupmu
untuk kebaikan, ataupun terus menerus dalam kesia-siaan..
Setiap kali aku melihat acara di tv, tentang orang-orang yang
menginspirasi kehidupan orang-orang sekitarnya. Aku iri kepada mereka, ingin
menjadi seperti mereka, memberikan sumbangsih kehidupan. Namun, terkadang aku
runtuh seketika, apa yang akan ku berikan untuk
dunia ini? Sedangkan aku saja belum dapat mengatur hidupku.. Olalala..
Tapi, aku tetap ingin menjadi bagian dari mereka.
Seperti Helen Keller, yang dilahirkan dalam keadaan cacat, bisu, tuli dan buta. Jika
kita menjadi dia, mungkin akan mengutuk apa
yang kita alami ini, merasa ingin mati saja daripada diciptakan. Namun siapa
sangka dengan segala kekurangannya itu, ia memiliki semangat hidup yang luar
biasa dan tumbuh menjadi seorang yang legendaris. Dengan segala
keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka
yang memiliki keterbatasan seperti dirinya pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Dan Helen berharap, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan
seperti manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan. Subhanallah
Apalagi kita yang diberi fisik yang baik dan indera yang lengkap
pasti bisa seperti mereka dan mungkin lebih baik lagi.. Menjadi orang yang
dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.
Kita diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah S.W.T), bukan dengan
tidak maksud apa-apa. Tapi kita diciptakan telah membawa misi/tujuan kita
masing-masing yang harus kita laksanakan. Maka mulai dari sekarang, carilah apa
misimu di dunia ini?? “Hidup adalah pilihan”
